Nasi Boran, makanan khas kota lamongan yang sudah terkenal dan tidak asing lagi di seluruh nusantara. Terutama bagi warga lamongan. Nasi putih yang ditaruh di dalam boran dengan lauk pauknya yang bermacam macam ini sangatlah lezat. Dengan alas daun pisang dan kertas minyak, lalu makan di pinggir jalan juga akan menambah kenikmatan tersendiri untuk makanan khas kota lamongan ini. Yang lebih anehnya lagi, makanan yang satu ini hanya ada di kota lamongan. Dan hampir di sepanjang trotoar bisa anda jumpai. Jikalau anda menemukan orang berjualan nasi boran di luar kota lamongan atau di kota lain selain lamongan, rasanya tidak akan seenak saat anda makan di lamongan.

nasi boran

Entah bagaimana bisa seperti itu, tapi itulah kenyataannya. Jika anda tidak percaya, atau anda ingin tahu kelezatan nasi boran, anda bisa langsung datang ke kota lamongan. Anda tidak perlu bingung di mana anda bisa mendapatkannya. Karena di sepanjang jalan, anda akan menemukan banyak sekali penjual nasi boran sampai anda sendiri pun pasti bingung ingin makan di penjual yang mana. Makanan yang bisa kita sebut legend ini, tentu memiliki sejarah bagaimana awalnya ada sampai saat ini masih tidak sirna juga nama dan penjualnya. Nasi boranan atau orang lamongan menyebutnya dengan Sego Boran, adalah salah satu dari makanan khas sekaligus yang paling khas karena memang hanya ada dan hanya dijual di kota lamongan.

Nasi boran ini biasanya disajikan secara lesehan di sepanjang jalan atau di trotoar kota lamongan. Makanan ini sangat laris di pagi hari untuk sarapan dan sore hingga malam hari. Kata boran di ambil dari nama tempat nasi yang terbuat dari anyaman rotan atau bamboo yang digendong dengan selendang pada punggung penjual nasinya. Nasi boran ini pertama kali ada dan dibuat di Dusun Kaotan, Kota Lamongan, Jawa Timur. Meskipun nasi ini hanya dijual di kota lamongan, tetapi makanan ini juga sangat terkenal di manapun. Pada mulanya nasi boran muncul sekitar 1945 – 1950 an yang hanya dibuat untuk acara hajatan.

Kemudian beberapa tahun berikutnya nasi boran ini mulai dijajakan. Kebiasaan ini secara terus menerus diturunkan kepada anak cucu sehingga sampai sekarang nasi ini masih ada. Jadi penjual boran saat ini adalah anak cucu dari pembuat boran yang pertama kali. Namun ada perbedaan Antara nasi boran yang dulu dan sekarang. Dulu nasi boran digendong di belakang punggung dan dijajakan dengan berkeliling. Sekarang sudah berbeda. Sekarang bukan hanya satu atau dua orang saja yang berjualan. Hampir puluhan penjual boranan ada di kota lamongan.

Nasi boran terdiri dari nasi putih, bumbu bali yang khas boran, lauk pauk, dan rempeyek. Yang membuat nasi boran ini sangat unik, selain cara makan dan tempatnya, ada lauk pauk yang sangat menjadi sorotan. Sebut saja nasi boran dengan sejuta lauk pauk. Lauk pauk yang bisa anda pilih selain rempeyek saat makan nasi boran adalah :

Lempuk, lauk wajib nasi boranan

Tahu tempe yang dimasukkan dalam bumbunya

Kepala ayam

Ceker ayam

Paha atas

Sayap

Telur-teluran Kuning (Ndok-Ndokan)

Jeroan, Hati ayam

Ikan bandeng goreng, lele, khuthuk,

Telur Asin, Dadar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *