Mengenal Nasi Liwet, Kuliner Hangat dari Solo

Mengenal Nasi Liwet, Kuliner Hangat dari Solo. Solo adalah sebuah kota yang tidak jauh dari Jogja. Kalau Jogja memiliki gudeg sebagai makanan khasnya, Solo juga punya makanan khas, yaitu nasi liwet. Bagi anda yang sudah pernah mengunjungi daerah Solo pasti tahu mengenai nasi liwet ini. Kalau belum pernah merasakan masakan nasi liwet, paling tidak sudah pernah mendengar bahwa di solo khas dengan adanya nasi liwet.

Pada dasarnya nasi liwet ini adalah nasi yang dimasak dengan kelapa, bisa diartikan dengan santan. Hampir mirip dengan nasi uduk, tapi dua hal ini adalah kuliner yang berbeda. Setelah nasi matang, kemudian disajikan dengan lauk yang beraga tapi masih tergolong sederhana, seperti ayam suwir dan tahu, lalu dilengkapi dengan kuah khas nasi liwet. Makanan ini biasa disajikan dalam keadaan hangat.

Masyarakat solo banyak yang mengonsumsi nasi liwet dan sudah berlangsung sangat lama. Bagi masyarakat yang memang asli solo, nasi liwet biasa dinikmati baik untuk sarapan ataupun sebagai makanan berat di malam hari. Cita rasa gurih yang diberikan oleh nasi liwet bisa membuat penikmatnya terus ingin mencoba.

Tapi perlu diperhatikan bahwa lebih baik, bahkan diutamakan nasi liwet ini dikonsumsi ketika masih hangat. Karena jika sudah dingin, cita rasanya akan berbeda. Bahkan bagi mereka yang memiliki lidah sensitive, mungkin tidak akan menyukai rasa nasi liwet yang sudah dingin.

Mengenal Nasi Liwet, Kuliner Hangat dari Solo

Hal ini mungkin dikarenakan ketika disajikan, nasi liwet sudah diguyur dengan kuah yang akan menambah rasa gurihnya. Ketika tidak segera dikonsumsi, kuah tersebut akan diserap oleh nasi dan memberikan tekstur yang lembek pada nasi. Dan tekstur seperti ini tidak banyak digemari oleh banyak orang.

Warung nasi liwet yang ada di Solo banyak tersebar di pinggiran jalan. Bagi anda yang sudah pernah berkunjung ke Solo, apalagi pada pagi hari, pasti akan disambut dengan pemandangan banyaknya pedagang yang berjualan nasi liwet secara lesehan. Lesehan adalah cara berjualan makanan yang tidak menggunakan kursi untuk pelanggannya. Nasi liwet biasa dijual dengan 2 cara, yaitu pertama dengan gendongan, jadi penjualnya menggendong “bakul” nasi liwet dagangannya untuk dijajakan.

Kedua adalah dengan cara berjualan di pinggiran jalan menggunakan paying terpal. Para penjual nasi liwet ini bahkan sudah biasa berjualan sejak sebelum matahari terbit. Biasanya nasi liwet akan habis sebelum hari siang.

Maka dari itu jika ingin menikmati kuliner khas daerah Solo ini ada baiknya untuk membeli nasi liwet pada pagi hari. Sepertinya itu termasuk perpaduan yang pas, ketika menyantap sarapan nasi liwet hangat di pagi yang berhawa dingin atau sejuk. Harga yang dibanderol untuk satu porsi nasi liwet ini pun beragam. Tapi secara umum harganya masih tergolong murah dan terjangkau. Cocok di kantong siapa saja yang ingin menikmati cita rasa gurih dari nasi liwet ini.

Sebenarnya nama nasi liwet sebagai makanan khas dari Solo ini sudah banyak menyebar. Tapi sepertinya akan susah ketika ingin mengkreasikan nasi liwet. Karena masakan nasi liwet punya ciri khas rasa yang tidak bisa diubah.

Cara penyajiannya pun sampai sekarang masih dipertahankan kesederhanaannya. Tapi mungkin walaupun nasi liwet tidak terlalu mengikuti budaya kekinian dan tetap mempertahankan sifat tradisionalnya, justru itulah yang membuat nasi liwet tetap memiliki peminat. Karena di tengah perkembangan dunia kuliner yang ada, nasi liwet tetap bertahan dengan segala penampilannya yang sederhana.

 

BACA JUGA: Masakan Gudeg: Kuliner Identitas Daerah Istimewa Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *