Mencicipi Sensasi Baru dari Makanan Papeda

Mencicipi Sensasi Baru dari Makanan Papeda. Pada tulisan kali ini akan dibahas khusus mengenai papeda. Mungkin makanan papeda akan seidkit asing di telinga banyak orang. Sekedar informasi, papeda adalah makanan khas yang berasal dari daerah Maluku dan Papua.

Bahan utama dari makanan papeda adalah sagu. Lebih tepatnya berupa bubur sagu. Makanan ini memang tergolong unik dan bahkan asing. Maka dari itu makanan papeda belum secara meluas tersebar ke seluruh Indonesia. Tapi sebenarnya papeda adalah makanan yang cukup menyehatkan. Ada beberapa alasan yang bisa menjawab pertanyaan kenapa belum banyak orang yang bisa terbiasa makan papeda.

Konsep intinya sebenarnya sama seperti orang Jawa Timur yang tidak terbiasa makan gudeg dari Jogja karena rasanya yang terlalu manis. Papeda memiliki tekstur seperti lem. Lengket dan perlu ada teknik khusus untuk bisa memakannya. Nah tidak banyak orang yang terbiasa memakan makanan dengan tekstur seperti papeda. Apalagi ditambah papeda ini tidak memiliki rasa, atau rasanya tawar.

Mencicipi Sensasi Baru dari Makanan Papeda

Maka dari itu untuk mengonsumsi papeda, sering kali menggunakan makanan pendamping, olahan masakan ikan pada khususnya, yang memiliki cita rasa lebih beragam. Tujuannya tentu saja agar memberikan rasa ketika makan papeda. Mungkin bagi yang baru pertama mencoba papeda, akan sangat aneh rasanya. Baik dari segi tekstur ataupun rasa. Tapi lama-kelamaan pasti akan terbiasa. Mengingat kandungan gizi yang dimiliki papeda cukup tinggi, maka tidak akan rugi ketika mencoba makan papeda.

Tadi di awal sempat disinggung mengenai cara makan papeda yang unik. Cara makan atau yang lebih khusus lagi yaitu cara mengambil papeda untuk dimakan ini dulunya hanya diketahui oleh orang-orang yang sudah terbiasa menyantap papeda saja. Tapi sekarang banyak orang yang sudah mulai tertarik dengan kuliner makanan papeda.

Cara mengambilnya ini pun menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dari kuliner yang berasal dari Indonesia Timur ini. Makan papeda tidak bisa seperti makan nasi atau jelly. Tidak juga seperti makan daging yang perlu pisau untuk memotong.

Ciri khas dari cara makan papeda adalah menggunakan benda sejenis sumpit. Ambil papeda secukupnya lalu putar sumpit tersebut ke atas dan ke bawah untuk melilit papeda. Nantinya papeda akan terpotong sendiri dan yang siap untuk disantap adalah yang ada di sumpit. Memang terkesan rumit jika dituliskan seperti ini.

Akan lebih mudah jika mencoba langsung untuk makan papeda. Makanan pendamping atau sayur yang melengkapi papeda biasanya berupa ikan tongkol. Tapi sekarang makanan pendampingnya sudah semakin berkembang dengan jenis ikan yang lain dengan cita rasa yang beragam.

Bahkan ada juga sayur yang khusus untuk mendampingi papeda. Masyarakat Papua biasanya menyantap papeda ini dengan ditemani berbagai olahan makanan yang memiliki bumbu rempah yang terbilang banyak. Karena papeda sendiri sudah memiliki rasa tawar. Sehingga makanan pendampingnya harus memiliki cita rasa yang bisa melengkapi.

Untuk makanan tradisional seperti papeda, jika dinalar pasti tidak akan bertahan di tengah kuliner yang serba modern ini. Tapi sepertinya kenyataannya tidak demikian. Papeda justru smakin bisa menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia. Banyak restoran yang ada di Papua yang membuka cabang di daerah Indonesia Tengah dan Barat untuk memperkenalkan papeda secara meluas. Upaya tersebut sepertinya membuahkan hasil. Sekarang papeda dikenal sebagai makanan tradisional yang sangat unik dan banyak yang berminat untuk mencoba.

 

BACA JUGA: Mengenal Nasi Liwet, Kuliner Hangat dari Solo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *